Feb 21, 2016 - Berita, Workshop    Comments Off

Tentang Paper dan Jurnal (#1)

Paper dan jurnal bukan hal yang sama. Paper (disebut juga artikel atau manuskrip) adalah tulisan dalam format ilmiah tentang hasil riset, analisis dan pemikiran matang; sementara jurnal adalah kumpulan paper (mirip majalah atau bulletin) yang terbit secara berkala.

Contohnya “Journal of Orthopaedic Translation” (dimana saya jadi “editorial board member”-nya) memuat paper-paper yang bertemakan ortopedi dan translasi klinisnya, salah satunya paper terbaru kami yang berjudul “The effect of hydrogen gas evolution of magnesium implant on the postimplantation mortality of rats” (lihat link-1).

Jadinya aneh kan jika mendengar: “Haduh susah ya menulis jurnal, apalagi internasional!” atau “Saya baru mengikuti pelatihan menulis jurnal internasional”.

Mengapa harus publikasi? Pendapat saya: karena hasil riset adalah ilmu dan kebaikan yang harus disebarkan, “walaupun satu ayat”.

Lantas, bagaimana proses sebuah paper diterima oleh sebuah jurnal dan kemudian dipublikasikan? Mari kita lihat dari 3 pemain utama dalam dunia riset dan publikasi: (1) “Author” (penulis), (2) “Editor” (penentu kebijakan sebuah jurnal: managing editor, editor-in-chief, associate editor), (3) “Reviewer” (penilai isi paper, umumnya seorang pakar yang pernah jadi Author, sehingga disebut peer).

Author menulis hasil riset dalam bentuk paper, baik hasil eksperimen/simulasi/studi lapangan (research paper) atau studi literatur (review paper). Setelah paper matang, Author men-“submit” papernya kepada jurnal yang ia pilih. Proses “submission” dan review umumnya dilakukan secara “online”, contohnya (lihat link-2).

Umumnya paper yang masuk (atau dalam tahapan ini sering disebut manuscript) akan dinilai awal oleh Editor (tahap-1) dan masuk ke “peer review” (tahap-2), dimana Editor memilih, mengundang dan meminta penilaian dari beberapa Reviewer independen.

Kemudian, Reviewer memberikan hasil penilaiannya kepada Editor dan Editor membuat keputusan: menerima langsung tanpa revisi atau mengembalikan paper kepada Author dengan meminta revisi (baik minor atau major).

Selanjutnya Author melakukan revisi dan mensubmit ulang papernya dan tahap-2 pun berulang kembali, dan bisa berkali-kali (saya pernah mengalami sampai 4 kali revisi sebelum diterima oleh MSEC). Keputusan akhirnya adalah diterima atau ditolak.

Penolakan bisa terjadi sejak di tahap-1, biasanya karena isi paper tidak sesuai dengan “scope” jurnal, atau di tahap-2 baik tanpa kesempatan revisi atau setelah revisi.

Proses review merupakan cara untuk menjaga agar hanya paper yang baik yang layak terbit dan nantinya dibaca khalayak ramai. Semakin baik sebuah jurnal semakin ketat proses review-nya (bisa terlihat dari banyaknya jumlah reviewer untuk satu paper dan kedalaman review-nya).

Proses review ini biasanya memakan waktu cukup lama, terutama di tahap-2. Meskipun pihak editorial berusaha mempercepat misalnya dengan memohon Reviewer untuk menilai dalam waktu “reasonably” cepat (misalnya dalam 14-21 hari untuk jurnal-jurnal Elsevier), namun patut diingat bahwa Reviewer adalah “volunteer” yang tidak dibayar (bahkan untuk secangkir kopi). Hanya niat baik dan dedikasi terhadap ilmu pengetahuan yang menggerakan mereka (selain mungkin ada tujuan lainnya juga).

Untuk memberikan penilaian yang baik diperlukan waktu yang cukup untuk berkonsentrasi (setidaknya 3 jam penuh), dan tentunya bagi Reviewer yang mumpuni, mencari 3 jam ini tidaklah mudah di tengah kesibukannya. Tak jarang mereka pun menggunakan waktu pribadinya seperti di tengah malam atau akhir minggu, dan kadang mengambil peruntukan waktu untuk keluarganya.

“Mari kita ucapkan terimakasih kepada para Reviewer, yang bekerja tanpa pamrih secara anonim, dan kita ingatkan Publisher untuk tidak mengeksploitasi ketulusan mereka demi bisnis semata”.

Gambar berikut memberikan ilustrasi lengkap tentang prosedur penerbitan paper di Journal of Orthopaedic Translation:

Bersambung …

Silahkan klik |Link 1| Link 2|

Ditulis oleh: Dr. Hendra Hermawan, assistant professor at Laval University, Canada, and member of MBI LINK

Comments are closed.